BELAJAR DARI PLURALISME

“Disadari atau tidak, China sudah menguasai berbagai sektor dalam perkembangan dunia internasional. Saat ini Bahasa Mandarin menjadi bahasa terbesar penuturnya setelah Bahasa Inggris. Harapan saya siswa SMA Takhassus Al-Qur’an mampu menyelaraskan diri dengan perkembangan yang ada di dunia internasional, terutama untuk menghadapi persaingan industri global” ungkap Berliana selaku Pendidik Bahasa Mandarin ini.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (7/2) merupakan penilaian tugas akhir bagi siswa kelas X, XI, dan XII jurusan Ilmu Budaya dan Bahasa (IBB). Penilaian tersebut bertujuan untuk memberikan ruang bagi anak untuk berkarya lebih. Selain itu, sebagai salah satu cara untuk mengatasi kejenuhan pembelajaran di dalam kelas. Kegiatan yang diikuti kurang lebih 200 siswa ini bertajuk lomba seni, adapun juri lomba adalah Bapak Pujo Mulyono, Bapak Ahmad Yusuf, dan Ibu Berliana. Selain lomba ada juga pameran kerajinan siswa yang masih bertemakan Imlek.

“Tujuannya sangat sederhana, yaitu mengasah mental anak supaya lebih percaya diri untuk tampil di depan publik” ujarnya.

Tema yang diusung masih berkaitan erat dengan tahun baru China (Imlek) yaitu tentang Pluraliame. Salah satu tantangannya menggabungkan budaya Islam dengan China. “SMATAQ merupakan sekolah dengan dasar Islam yang kuat, akan tetapi harus bisa berpadu dengan budaya China, yaitu Bahasa Mandarin. Salah satu caranya dengan menggunakan lagu atau musik Indonesia yang dipadukan dengan Bahasa Mandarin” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut juga ada lomba menyanyi jinggle grup, bisa berupa lagu maupun yel-yel sederhana berbahasa Mandarin yang diberi backsound, lomba menyanyi solo, dan lomba festival lampion. Dalam kegiatan tersebut Ia dibantu oleh alumni SMATAQ bernama Yunita Firdanisa yang saat ini sedang menempuh kuliah di Huaqiao Daxue Xiamen China.

“Persiapan untuk kegiatan tersebut sekitar tiga minggu. Saya berharap kegiatan yang mungkin pertama kali diadakan oleh sekolah di Wonosobo ini mampu menjadi titik tolak untuk kegiatan-kegiatan lain di luar sana” tuturnya.

“Kegiatan yang juga mendapat apresiasi dari Komunitas Muslim China Yogyakarta ini mendapat respon dan dukungan yang baik dari sekolah. Siswa sudah diberi fasilitas oleh sekolah untuk belajar Bahasa Mandarin, sayang kalau tidak dimanfaatkan dengan baik” imbuhnya setelah selesai kegiatan yang dilaksanakan di GOR ARENA SMA Takhassus Al-Qur’an Kalibeber. (ards)

Berita terkini

PENGUMUMAN KELULUSAN
Diposting oleh Bag Admin, 2019-05-03

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) 2019-2020
Diposting oleh Bag Admin, 2019-05-20

Info Beasiswa

PENGUMUMAN KELULUSAN
Diposting oleh Bag Admin, 2019-05-03

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) 2019-2020
Diposting oleh Bag Admin, 2019-05-20