UNTUK BERBAGI, SETETES SUDAH BERARTI

“Melalui donor darah, peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler PMR diharapkan memiliki simpati dan empati terhadap sesama”, ujar Dina Kurniawati selaku pembina ekstrakurikuler PMR di SMA Takhassus Al-Qur’an.

Donor darah yang dilaksanakan oleh PMR WIRA SMA Takhassus Al-Qur’an bekerjasama dengan PMI Wonosobo merupakan agenda rutin tahunan. Agenda yang dilaksanakan setiap dua kali dalam satu tahun pembelajaran ini bertujuan untuk hal kemanusiaan.

Pada Rabu (12/2) Ia menyampaikan bahwa agenda rutin ini sudah berlangsung cukup lama, bahkan sebelum ia masuk ke SMA Takhassus Al-Qur’an. Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu gedung baru ini memiliki pendaftar sebanyak 85 orang, akan tetapi hanya ada 65 orang yang dinyatakan memenuhi syarat untuk donor. Kebanyakan dari peserta tidak memenuhi syarat karena memiliki Hb yang rendah. Sementara untuk peserta didik hanya diperbolehkan yang sudah menginjak usia 17 tahun, berarti kebanyakan sudah kelas XII.

Golongan darah AB sengaja tidak diambil dalam donor darah kali ini, karena stok di PMI Wonosobo masih cukup banyak. Selain golongan darah tersebut, kantong darah yang di dapat dari golongan darah lain cukup merata yaitu A, B, dan O.

PMI Wonosobo menyampaikan melalui Dina bahwa, di SMA Takhassus al-Qur’an kesadaran peserta didik untuk berbagi sangat tinggi makanya mereka sangat senang untuk melakukan kegiatan sosial di SMATAQ. “Hal yang cukup menarik dari donor darah di SMATAQ itu selalu dilakukan selain hari Senin, Kamis, dan Jumat. Banyak siswa yang puasa di hari Senin dan Kamis, kalau hari Jumat karena waktunya kurang memungkinkan”, ujarnya.

Palang Merah Remaja di sekolah menjadi salah satu ujung tombak dalam bidang kemanusiaan, melalui PMR peserta didik diharapkan menjadi generasi yang memiliki jiwa penolong. Sementara itu jumlah anggota PMR WIRA SMATAQ ada 32 peserta didik, 3 laki-laki dan 29 perempuan. Dalam kegiatan donor darah di sekolah, mereka dibagi menjadi beberapa tim. Setiap tim yang terdiri dari 6-8 orang akan berjaga selama kurang lebih satu jam, setelah itu bergantian dengan tim yang lain. Hal ini dilakukan supaya tidak mengganggu jam pembelajaran.

Di akhir cerita Dina memiliki harapan yang tinggi bagi peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler PMR. Setidaknya mudah untuk membantu orang lain dalam hal kebaikan. Selain hal tersbut, alumni FIKES UNSIQ ini juga berharap bahwa semoga di tahun-tahun dan kegiatan yang akan datang bisa lebih banyak yang mengikuti kegiatan ini, baik peserta didik maupun bapak/ibu guru dan karyawan SMA Takhassus Al-Qur’an. (ards)

Berita terkini

PENGUMUMAN KELULUSAN
Diposting oleh Bag Admin, 2019-05-03

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) 2019-2020
Diposting oleh Bag Admin, 2019-05-20

Info Beasiswa

PENGUMUMAN KELULUSAN
Diposting oleh Bag Admin, 2019-05-03

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) 2019-2020
Diposting oleh Bag Admin, 2019-05-20